DPRD Kabupaten Sukabumi Desak SPPG Prioritaskan Komoditas Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis
SUKABUMIPOST – Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi memberikan peringatan keras terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih mengandalkan bahan pangan impor. Langkah ini diambil guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani lokal di wilayah Sukabumi.
Investasi Generasi Emas 2045
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menyatakan bahwa Program MBG merupakan instrumen strategis negara untuk mencetak generasi unggul. Menurutnya, program ini bukan sekadar urusan pemenuhan perut, melainkan investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Ini adalah amanah dari Presiden Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional. Fokusnya jelas: membangun fondasi kesehatan anak-anak kita agar mampu bersaing di masa depan,” ujar Ferry saat ditemui di Sukabumi, Rabu (21/1).
Soroti Penggunaan Produk Impor
Ferry menyayangkan temuan terkait adanya SPPG yang masih menyajikan buah dan sayur impor dalam menu harian. Ia menilai praktik tersebut mencederai semangat ekonomi kerakyatan yang diusung oleh pemerintah pusat.
“Kami mengimbau dengan tegas agar seluruh dapur SPPG menghentikan penggunaan komoditas impor. Mengandalkan produk luar berarti mematikan peluang ekonomi petani kita sendiri dan justru menguntungkan pihak asing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai daerah agraris, Kabupaten Sukabumi memiliki ketersediaan pangan yang melimpah. Penggunaan produk lokal seperti pisang, melon, dan sayuran setempat seharusnya menjadi prioritas utama karena kualitasnya yang kompetitif.
Komitmen Pengawasan Ketat
Kedepannya, DPRD Kabupaten Sukabumi melalui Komisi IV berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapangan. Pihaknya ingin memastikan bahwa rantai pasok kebutuhan dapur MBG sepenuhnya melibatkan pelaku UMKM dan kelompok tani lokal.
“Jika dapur MBG bergerak dengan bahan baku lokal, maka ekonomi arus bawah akan ikut terangkat. Kami akan terus mengawal agar program ini tetap berada pada relnya, yakni berpihak pada rakyat kecil,” tutup Ferry.
