Syukuran Nelayan ke-69 di Pantai Palangpang Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Lingkungan
SUKABUMIPOST — Ratusan nelayan di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menggelar Syukuran Nelayan ke-69 Tahun 2026 yang dipusatkan di Pantai Palangpang, kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi agenda tahunan masyarakat pesisir yang memadukan nilai budaya, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Beragam rangkaian kegiatan diselenggarakan dalam perayaan tersebut, mulai dari kegiatan keagamaan, perlombaan olahraga, pertunjukan seni budaya, hingga aksi konservasi berupa pelepasan tukik dan ikan hias ke laut sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem pesisir.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ujang Abdurohim Rochmi, menilai Syukuran Nelayan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tradisi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di daerah.
“Ini bukan sekadar syukuran, tetapi juga upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan daya tarik wisata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, yang memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat dalam mempertahankan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan Syukuran Nelayan mencerminkan penerapan konsep ekowisata karena mampu mengintegrasikan unsur budaya, pelestarian lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini menyatukan budaya, lingkungan, dan ekonomi,” katanya.
Andreas juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut melalui penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan agar kelestarian ekosistem tetap terjaga.
Selain itu, ia menilai kawasan Geopark Ciletuh memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya memiliki keunikan geologi, tetapi juga daya tarik bertaraf internasional yang perlu terus dikembangkan.
